Usaha Peternakan di Jabar Potensial
"Ini sebenarnya peluang baik bagi masyarakat yang menekuni usaha peternakan, terutama sapi, domba, kambing, atau ayam. Jika produksi keempat jenis ternak itu dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan, Jabar dapat menjadi sentra pengusahaan terkuat ternak nasional," katanya. Setidaknya, adanya perkembangan peternakan di daerah sendiri paling tidak harga daging sapi bisa stabil," katanya. Terkait proses pemotongan hewan kurban, pengajar Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor, Deni W. Lukman mengatakan masih perlu ditingkatkan higienitasnya. Hal itu terutama untuk membangun komunikasi antarpihak, terutama dengan mereka yang akan bertugas melakukan pemotongan hewan kurban.Ia menyarankan, untuk meningkatkan kualitas higienitas hewan kurban, pemotongan dilakukan pada Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Sementara itu, menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Daging Sapi (Apdasi) Kota Bandung, Endang Mubarok, pemotongan hewan kurban pada RPH masih belum memungkinkan, dikarenakan jumlah RPH di berbagai kota, termasuk Bandung masih minim. Sumber: pikiran-rakyat (2007
Di luar itu, pengusahaan ternak Jabar memiliki potensi bisnis nonkonsumsi, yaitu adanya bisnis domba adu. "Ini memberikan peluang bisnis dari pengembangan domba adu jenis unggul, di mana nilai jual pun biasanya lebih tinggi dari domba biasa. Peluang tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat posisi usaha peternakan Jabar di kancah nasional," katanya. Kepala Dinas Peternakan Jabar, Rachmat Setiadi, me-nambahkan, digenjotnya produksi sapi lokal, merupakan salah satu upaya mandiri memenuhi kebutuhan daging sapi daerah sendiri. Ini diharapkan mampu merangsang usaha peternakan sapi lokal, untuk menyaingi daerah lain. Ketergantungan "Semakin tinggi populasi sapi potong di Jabar dapat mengurangi ketergantungan produk ternak dari luar daerah.
Posting Komentar